zainoel a


Pedih mataku menatap matamu,
di seuntai rindu yang kian beku.
Luruh tak berbekas.
Seperti luruhnya embun di waktu pagi.
Jiwa terusik dalam kelam.
… Luka menganga di simpang perjalanan.

Sedih…
Tapi inilah kenyataan yang harus kita hadapi.
Dalam sedih dan kecewaku.
Dalam rintih dan tangisanku.
Kini…
Hanya seuntai do’a yang ku pohonkan untukmu.
Bersama mega yang tengah berarak.
Bersama desir angin yang sepoi meniup.
Semoga bahagiamu kan terus terhulur bersama waktu.

Maafkan aku…
Maafkan aku yang tak setia.
Kuhulur kasih bersama dia.
Namun ternyata tak mampu aku mencinta.
Sesalpun tiada guna.
Merintihpun aku tak berdaya.
Meski raga ini bersamanya.
Namun cintaku hanya untukmu.
Selamanya….

Harapku…
Meski cinta kita tak bersambut dalam dunia.
Namun kuyakin semoga di kehidupanku yang kan datang.
Kita mampu wujudkan cita dan cinta kita.
Mengapai mimpi di setiap desah nafas kita……….

 

Seperti terhampar naungan yang teramat luas,
Teduh kurasa saat singgah di hatinya,
Yang berada di antara pohon bidara tak berduri,
Hingga enggan diriku untuk beranjak lalu pergi.

… Inilah aku yang mencintainya,
Tiada lagi gersang menghimpit suma kerontang,
Hanyalah rindu yang menggunung batu,
Akan harap hadirnya dalam satu purnama.

Kemudian kudesahkan nafasku pada daun,
Butiran kata-kata suci dalam hatiku,
Agar tergiring angin yang berkelana,
Hingga terasa kerinduanku menyebut namanya.

Inilah aku yang merindukannya………………

 

Pilu di ujung rindu. kala cinta tinggal cerita.
Mengapa harus ada cinta jika nafasnya tak lagi sempurna.
Haruskah ku ulang kata, agar kau mampu mendengarnya..?
Bisik gundahku tak lagi sempurna.
Rintih sedihku tak lagi bernada.

Tuhan…
Jika ini suratan buatku, kumohon kuatkan aku.
Meski jiwa penuh duka, aku akan coba tegar membawanya.
Haruskah aku pasrah..?
Haruskah aku menyerah…?
Inikah takdirku…

Meski duka menusuk dada, aku masih akan terima.
Jika luka menangguk sukma aku juga masih akan terima.
Satu pintaku padamu…
Berikan setiamu untukku sampai ahkir batas usia

Tentang zainol arifin

aku pernah sekolah di SDN BULUPITU.........dan aku kira2 lulus pada tahun sekian. dan terus aku ngelanjutin sekolah di MTS IH BULUPITU GONDANGLEGI MALANG.setelah dari tamat dari sekolah itu aku terus mondok di PONPES DI KETAPANG KEPANJEN....aku satu tahun di pondok terus kayaknya aku sudah punya bekal dari aku ngaji disana...dan terus aku ikut kerja sama bapak..........dan aku bekerja dan masih bekerja sampai sekarang................
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s